Sabtu, 31 Desember 2011

3 Album Bondan & F2B "Disulap" Jadi 1 Buku



MENYAMPAIKAN pesan lewat musik dirasa belum cukup oleh Bondan Prakoso dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Bondan & Fade2Black (Bondan & F2B).



MENYAMPAIKAN pesan lewat musik dirasa belum cukup oleh Bondan Prakoso dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Bondan & Fade2Black (Bondan & F2B).

Dari situlah tercetus ide untuk bekerjasama dengan penulis Fahd Djibran untuk membuat sebuah buku yang diberi judul Hidup Berawal Dari Mimpi.

Buku berbentuk fiksi-musikal itu diangkat dari lagu-lagu yang terdapat di tiga album Bondan & F2B. Yakni Respect (2005), Unity (2007), dan For All (2010).

Tujuan utamanya, tak lain adalah untuk menebar semangat positif kepada para penggemar Bondan & F2B yang berjuluk Rezpector.

"Kami tidak berhenti menjamah, memberikan inspirasi, sampai Rezpector masing-masing bisa hidup lebih baik," kata Bondan, saat peluncuran resmi buku tersebut di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (16/12) malam.

"Banyak pesan penting dalam lagu yang kadang gagal ditangkap jika cuma manggung di TV. Makanya kami membuatnya jadi buku," Fahd menambahkan.

Di antara banyak lagu yang dilebur menjadi beberapa cerita inspiratif, menurut Fahd, yang paling berisi adalah hit Bondan & F2B yang berjudul Ya Sudahlah.

"Banyak yang menangkap pesannya sebagai lagu negatif. Padahal aslinya bukan begitu. Lagu itu positif," jelasnya.

Kolaborasi Bondan dan Fahd ternyata diapresiasi sangat besar oleh para Rezpector.

Terbukti, tiga bulan setelah dicetak, buku itu sudah dicetak ulang hingga empat kali.

"Baru tiga bulan terbit, sudah empat kali cetak. Hari ini padahal baru launching dan bedah buku secara umum. Semoga yang membeli buku ini dapat sesuatu," tutur Bondan.


Sabtu, 10 Desember 2011

Ramuan Musik Bondan Prakoso




Album ketiga Bondan yang berjudul YA SUDAHLAH meledak di pasaran. Lirik-lirik lagu yang lugas ditambah dengan aliran musik pop rock yang dipadu dengan hip hop dan rap dari Fade2Black begitu enak didengar. Namun Bondan Prakosomengaku masih belum puas dengan semua itu.
"Gue orangnya nggak pernah puas. Ya cukuplah, cukup menggembirakan. Dengan respons dari masyarakat, cuma kalau dibilang puas, 60% lah," ujarnya ketika ditemui di Dahsyat RCTI Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Pada album ketiga ini Bondan sudah menemukan jalur musik yang pas buat mereka. Mereka meramu bermacam-macam musik untuk dijadikan satu. Hal ini sesuai dengan cita-cita mereka sejak album perdana.
"Kalau jalurnya, dari album pertama kita emang pengennya begini. Kita meramu musik yang macam-macam dijadikan satu album jadi rap ini fleksibel. Gue pengen membuktikan nggak hanya hip hop dan R'n B. Tapi bisa rock, jazz, keroncong sekalipun, reggae. Dan album ketiga ini kita lebih luas lagi, ada rap dengan drum n bass, ska, punk melodic. Kita tetap kompak kok dari album pertama, dan album ketiga mungkin memang karena balladsnya lebih banyak, popnya lebih banyak, itu yang otomatis diminta sama orang Indonesia kan," bahas Bondan tentang ramuan musiknya

Trauma Kehilangan Masa Kecil Membuat Bondan Prakoso Protektif





TENAR sejak usia belia membuat Bondan Prakoso merasa kehilangan sebagian masa kecilnya. Ekspos media buah meledaknya album Si Lumba-Lumba membuat Bondan mengalami tekanan psikis.
“Ada masanya saya menutupi identitas saya saat keluar rumah. Saya capek tiap kali keluar rumah orang selalu dihampiri orang, meski mereka sekadar bilang, Bondan ya,” ujar Bondan. Saat kini telah telah dewasa, hal itu tidak menjadi masalah, karena sudah bisa menyadari konsekuensi sebuah pekerjaan. Namun, saat kecil ternyata membawa dampak yang kurang baik. Alhasil, Bondan lebih banyak bermain seorang diri di rumah. “Saya lebih banyak main game, hampir tidak bersosialisasi karena takut keluar rumah,” kata pria kelahiran 8 Mei 1984 ini.
Trauma masa kecilnya itu Bondan jadikan pijakan dalam menjalani dunia selebritinya saat ini. Bondan menutup rapat-rapat perihal keluarga dan rumah tangganya. Sejak menikahi Margie Caroline pada 17 Desember 2007 lalu, Bondan berkomitmen tidak membawa keluarganya ke ranah publik. Pun ketika Kara Annabelle Prakoso lahir 1 tahun 10 bulan lalu. “Saya tidak ingin istri dan anak saya mengalami hal yang saya alami dulu. Makanya saya ingin dikenal lewat karya saja. Mengenai persoalan rumah tangga, bagaimana saya menjalani rumah tangga, di mana rumah saya, menjadi privasi yang tidak akan saya bagi kepada orang lain,” kata Bondan.
Walau begitu Bondan mau berbagi sedikit tentang pertumbuhan anaknya. “Saat sibuk seperti ini, kadang dalam sebulan saya hanya bertemu mereka 5 kali. Makanya saya punya komitmen, ketika tidak sedang bekerja, waktu saya 100 persen untuk keluarga. Meski saya lelah pulang tur, kalau istri saya mengajak jalan keluar, akan saya lakukan. Kalau mereka tidak minta keluar, saya akan habiskan waktu saya bermain dengan anak saya,” bilang Bondan. Bondan tidak menampik, kelak akan mengenalkan musik kepada anaknya. “Hal itu tidak mungkin terhindarkan apalagi istri saya juga tahu musik,” ujar Bondan.

Wow, Bondan Ingin Punya 20 Anak




Bondan Prakoso, bapak satu anak ini berkeinginan pernikahannya dengan Margareth bisa punya anak sampai 20.

Tapi, karir di jalur musik saat ini sedang sibuk-sibuknya, Bondan mengaku niatnya untuk menambah momongan belum bisa terlaksana.

"Ada keinginan nambah (anak), tapi sekarang belum ada momen," kata Bondan saat ditemui wartawan di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (21/9/2010).  

Kira-kira berapa anak sih yang ingin dimiliki pria kelahiran Jakarta, 8 Mei 1984 ini? "Pengennya sih 20 anaklah, hahaha," celetuknya.

Pantas saja Bondan ingin punya banyak anak, karena ingin membayar waktunya yang selama ini lebih banyak bekerja dibanding bermain dengan sang putrinya tercinta.

"Kalau kita ngomong perasaan sedih banget. Cuma ini karena sudah resiko jadi kita jalanin saja. Jadi ya yang penting tetap komunikasi," tutur Bondan.

Apalagi putrinya Carra yang 22 Oktober nanti genap berumur 2 tahun. Kata Bondan, Carra suka lupa dengan ayahnya sendiri jika sudah ditinggal lama.

"Butuh sekitar 15 menit untuk ngajak dia (Carra) main, setelah itu baru dia ingat lagi. Oh ya ini benar papa saya," tutupnya

Jumat, 09 Desember 2011

Bondan Prakoso Diam-Diam Nikahi Presenter


Bondan Prakoso Diam-Diam Nikahi Presenter

JAKARTA - Mantan penyanyi cilik, Bondan Prakoso, menikah diam-diam dengan kekasihnya, Margie. Momen bahagia itu disembunyikan pelantun Si Lumba-Lumba itu dari wartawan.

Margie yang berprofesi sebagai presenter itu resmi menjadi istri Bondan pada Senin, 17 Desember 2007. Menurut pantauan okezone, resepsi pernikahan berlangsung dengan konsep pesta taman (outdoor) di bilangan Ciputat, Tangerang, Jawa Barat.

Pernikahan yang terkesan tertutup itu sangat mungkin sengaja disembunyikan Bondan demi popularitasnya. Mengingat, Bondan belum lama ini menelurkan album kedua dengan menggaet rapper Fade 2 Black

Kamis, 08 Desember 2011

Meledaknya Album For All Pada LAgu Ya Sudahlah.



Ya Sudahlah ini adalah lagu yang selalu menyita telinga saya sejak akhir Juni lalu, lagu luar biasa yang lirik dan aransemennya memberi semangat, sebuah lagu hits dari album terbaru bang Bondan Prakoso bersama Fade 2 Black. Lagu yang menurut saya terbaik sepanjang 2010 ini. Setidaknya itu bagi saya, diatas lagu Geisha Jika Cinta Dia yang juga sempat mencuri perhatian saya tahun ini karena vokalnya yang bagus.
Tadinya saya tidak berencana mereviewnya di blog ini, karena sudah mereviewnya di blog bahasa inggris saya yang lain di pada tengah Juli lalu  : lihat -> For All : New Album from Bondan Prakoso & Fade 2 Black – Tapi memang ya sudahlah saya nyerah juga, Album ini memang  luar biasa bgt untuk tidak direview di blog ini. Terlebih ketika Lagu Ya Sudahlah menjadi themes song Iklan XL di bulan puasa ini yang membuat lagu ini menjadi lebih sering saya dengarkan ketika nonton TV.
Album For All sendiri bagi saya merupakan album penanda semakin matangnya Bondan Prakoso, bersama Fade 2 Black ia layak disejajarkan dengan musisi top tanah air walau mungkin dibawah band idola saya Slank, Boomerang,Bondan menjadi musisi sejati yang terus bereksplorasi, dan bahkan melawan pasar, menjadi musik sebagai musik.
Dengan umur yang jauh lebih muda (26 tahun), terutama dari Slank, khususnya Bondan saya yakin bisa jadi legend jika kedepannya terus konsisten berkarya seperti album ini dan album-albumnya sebelumnya termasuk saat diusia kecilnya yang menelorkan 8 buah album anak-anak (1988-1995), 3 Album bersama Fungky Kopral (1999-2003), serta kini bersama tiga rapper : Titz, Santoz, dan Lezzano (Fade 2 Black) yang hingga kini sudah menghasilkan 3 album : Respect (2005), Unity (2007) dan For All (2010).
Bondan Prakoso dan Fade 2 Black khususnya pada Album For All yang sama sekali tidak ikut larut daalam tema cinta telah memberikan warna lain ditengah keseragaman warna musik Indonesia yang kini tengah ‘dikuasai’ oleh generasi cintaisme ala Ungu, Ahmad Dhani, Nidji, Kangen Band, ST12 dkk.
Ya, eksplorasi dan terus berkembang itulah yag membuat saya suka dengan karya Bondan dan Fade 2 Black, setelah awalnya Ia muncul menggebrak dengan single Bunga lalu disusul dengan Keroncong Protol dan Xpresikan, kini di Album For All  ini dia menampilkan banyak warna musik yang lebih bervariatif, ada yang super ngerapp, penuh distorsi, akustik, bahkan ada juga yang berbau ska.
Berikut adalah lagu-lagu dalam Album For All : Ya Sudahlah, Good Time, Tetap Semangat, Sang Juara, Bumi ke Langit, Not With Me, S.O.S, For All, Terinjak Terhempas, Kita Slamanya, Tidurlah.
Saya menyukai semua lagu diatas, namun secara subjektif yang paling saya suka diantaranya adalah Ya Sudahlah, Bumi ke Langit, kita selamanya ,goog time dan not with me, Dan Berikut adalah lirik lagu andalan di album For All ini : Ya Sudahlah, untuk download lagu di album ini, mohon maaf saya tidak menyediaknnya.

Rabu, 07 Desember 2011

Bondan Prakoso Tak Mau Buat Cewek Mimpi Basa




Industri musik Indonesia yang sekarang ini membuat Bondan Prakoso prihatin. Ia pun tak mau ikut-ikutan menggarap lagu menye-menye yang sanggup bikin cewek mimpi basah.

"Gue ingin ngebuka mata-mata musisi. Genrenya apa sih sekarang? Jangan again and again lagu yang bisa bikin cewek nangis, lagu yang bisa bikin cewek mimpi basah gitu. It's kind of boring," ujar Bondan kepada detikhot baru-baru ini.

Kendati jadi keprihatinannya, Bondan mengaku tak ingin membatasi karya orang lain. "Sah-sah aja kok, mungkin memang soul mereka di situ," jelas Bondan.

Namun Bondan berharap band-band baru yang akan tumbuh tidak melulu menyuguhkan lagu menye-menye. Menurutnya banyak musik yang bisa dikembangkan.

Bukan hanya itu, rupanya Bondan juga sangat peduli dengan kesenian Indonesia yang belakangan ini sering diaku-aku negara lain. Dalam tiap pertunjukannya, Bondan pun terus menyerukan simpatinya akan hal tersebut.

"Musik itu udah jadi darah gue, nafas gue, udara yang gue hirup. Kalau ada kasus yang nyerempet ke kehidupan gue, gue nggak akan diam. Otomatis jiwa gue akan terganggu, nggak bisa diam. At least gue say something," tutur Bondan.