Sabtu, 14 Januari 2012

'Tak Terkalahkan', Bondan Prakoso Tetap Usung Rap


Meski berada dalam musik Rap yang masih dianggap minoritas di Indonesia, tidak membuat Bondan Prakoso dan Fade2Black kehilangan semangat berkarya. Bahkan mereka siap merilis single Tak Terkalahkan.
"Ini yang nyiptain aku sama temen Fade2Black. Kita meneruskan karya sebelumnya. Temanya tentang semangat berjuang. Kita mengutamakan unity, respect, tetap semangat dan motivasi positif," jelas Bondan.
Dihubungi via telepon, Jumat (13/1), melalui setiap lagunya, Bondan selalu berusaha untuk menyatukan semua persepsi. Di mana mereka fokus kepada setiap individu. Bahkan Bondan juga sengaja peduli dengan fans mereka.
"Saya emang bertanggung jawab dengan lagunya. Kita pilih tempo upbeat karena lagi trend di Barat, dance lagi populer. Selama ini kita bisa dibilang melawan arus karena suka buat musik gak biasa, seperti Keroncong," lanjutnya.
Mantan penyanyi cilik ini juga berkomentar soal musik Rap yang masih minoritas di Indonesia, "Emang itu faktanya, karena itu saya berkolaborasi dengan Fade2Black. Saya berpikir semua musik bisa dijual. Rap itu musik fleksibel, bisa digabung dengan apapun, asal kita selalu konsisten," usainya.

Bondan: Musik Adalah Doa dan Orasi


Ada yang bilang mendengarkan lagu Bondan dan Fade2Black akan membuat semangat dapat terpompa. Tidak salah memang, karena memang Bondan dan kawan-kawan sengaja menciptakan lagu-lagunya dengan unsur doa dan orasi yang jujur.
"Bagi kita, musik adalah doa, dakwah, dan musik adalah orasi. Apa yang kita sampaikan, akan balik ke kita juga. Kita nggak mau menulis sesuatu yang mengada2, sesuatu yang negative," ujar Bondan.
Bondan dan Fade2Black memang dikenal sebagai musisi yang punya kelebihan dalam menciptakan lirik lagu. Mantan penyanyi cilik itu lantas memberi contoh apa yang ia maksud musik adalah doa.
"Seperti misalnya kalau kita menulis lagu tentang selingkuh, ya pasti kan terjadi seperti itu. Karena, ucapan adalah doa," ucap Bondan.
Bondan dan Fade2Black kabarnya tengah menyiapkan album mereka yang keempat. Bisa dibilang pengerjaan album tersebut hampir kelar. Namun Bondan dan kawan-kawan mengaku masih belum menyiapkan judul untuk albumnya.

Minggu, 08 Januari 2012

(:


[[244961858909298]] = A
[[344113652270150]] = B
[[344991278847613]] = C
[[164461493653696]] = D
[[196752423751220]] = E
[[301630573215430]] = F
[[251496118250464]] = G
[[266394220086654]] = H
[[164866556948132]] = I
[[180599335371968]] = J
[[209067005843651]] = K
[[238594039545396]] = L
[[147702285338528]] = M
[[309221402452022]] = N
[[180901405340714]] = O
[[246506925416551]] = P
[[333343613344059]] = Q
[[123128367803569]] = R
[[316143388416019]] = S
[[334073456605673]] = T
[[199626093460643]] = U
[[224202614323263]] = V
[[336032459740792]] = W
[[205228226232732]] = X
[[142420399202282]] = Y
[[157919817645224]] = Z

Sabtu, 31 Desember 2011

3 Album Bondan & F2B "Disulap" Jadi 1 Buku



MENYAMPAIKAN pesan lewat musik dirasa belum cukup oleh Bondan Prakoso dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Bondan & Fade2Black (Bondan & F2B).



MENYAMPAIKAN pesan lewat musik dirasa belum cukup oleh Bondan Prakoso dan kawan-kawannya yang tergabung dalam Bondan & Fade2Black (Bondan & F2B).

Dari situlah tercetus ide untuk bekerjasama dengan penulis Fahd Djibran untuk membuat sebuah buku yang diberi judul Hidup Berawal Dari Mimpi.

Buku berbentuk fiksi-musikal itu diangkat dari lagu-lagu yang terdapat di tiga album Bondan & F2B. Yakni Respect (2005), Unity (2007), dan For All (2010).

Tujuan utamanya, tak lain adalah untuk menebar semangat positif kepada para penggemar Bondan & F2B yang berjuluk Rezpector.

"Kami tidak berhenti menjamah, memberikan inspirasi, sampai Rezpector masing-masing bisa hidup lebih baik," kata Bondan, saat peluncuran resmi buku tersebut di Gramedia Matraman, Jakarta, Jumat (16/12) malam.

"Banyak pesan penting dalam lagu yang kadang gagal ditangkap jika cuma manggung di TV. Makanya kami membuatnya jadi buku," Fahd menambahkan.

Di antara banyak lagu yang dilebur menjadi beberapa cerita inspiratif, menurut Fahd, yang paling berisi adalah hit Bondan & F2B yang berjudul Ya Sudahlah.

"Banyak yang menangkap pesannya sebagai lagu negatif. Padahal aslinya bukan begitu. Lagu itu positif," jelasnya.

Kolaborasi Bondan dan Fahd ternyata diapresiasi sangat besar oleh para Rezpector.

Terbukti, tiga bulan setelah dicetak, buku itu sudah dicetak ulang hingga empat kali.

"Baru tiga bulan terbit, sudah empat kali cetak. Hari ini padahal baru launching dan bedah buku secara umum. Semoga yang membeli buku ini dapat sesuatu," tutur Bondan.


Sabtu, 10 Desember 2011

Ramuan Musik Bondan Prakoso




Album ketiga Bondan yang berjudul YA SUDAHLAH meledak di pasaran. Lirik-lirik lagu yang lugas ditambah dengan aliran musik pop rock yang dipadu dengan hip hop dan rap dari Fade2Black begitu enak didengar. Namun Bondan Prakosomengaku masih belum puas dengan semua itu.
"Gue orangnya nggak pernah puas. Ya cukuplah, cukup menggembirakan. Dengan respons dari masyarakat, cuma kalau dibilang puas, 60% lah," ujarnya ketika ditemui di Dahsyat RCTI Kebon Jeruk, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Pada album ketiga ini Bondan sudah menemukan jalur musik yang pas buat mereka. Mereka meramu bermacam-macam musik untuk dijadikan satu. Hal ini sesuai dengan cita-cita mereka sejak album perdana.
"Kalau jalurnya, dari album pertama kita emang pengennya begini. Kita meramu musik yang macam-macam dijadikan satu album jadi rap ini fleksibel. Gue pengen membuktikan nggak hanya hip hop dan R'n B. Tapi bisa rock, jazz, keroncong sekalipun, reggae. Dan album ketiga ini kita lebih luas lagi, ada rap dengan drum n bass, ska, punk melodic. Kita tetap kompak kok dari album pertama, dan album ketiga mungkin memang karena balladsnya lebih banyak, popnya lebih banyak, itu yang otomatis diminta sama orang Indonesia kan," bahas Bondan tentang ramuan musiknya

Trauma Kehilangan Masa Kecil Membuat Bondan Prakoso Protektif





TENAR sejak usia belia membuat Bondan Prakoso merasa kehilangan sebagian masa kecilnya. Ekspos media buah meledaknya album Si Lumba-Lumba membuat Bondan mengalami tekanan psikis.
“Ada masanya saya menutupi identitas saya saat keluar rumah. Saya capek tiap kali keluar rumah orang selalu dihampiri orang, meski mereka sekadar bilang, Bondan ya,” ujar Bondan. Saat kini telah telah dewasa, hal itu tidak menjadi masalah, karena sudah bisa menyadari konsekuensi sebuah pekerjaan. Namun, saat kecil ternyata membawa dampak yang kurang baik. Alhasil, Bondan lebih banyak bermain seorang diri di rumah. “Saya lebih banyak main game, hampir tidak bersosialisasi karena takut keluar rumah,” kata pria kelahiran 8 Mei 1984 ini.
Trauma masa kecilnya itu Bondan jadikan pijakan dalam menjalani dunia selebritinya saat ini. Bondan menutup rapat-rapat perihal keluarga dan rumah tangganya. Sejak menikahi Margie Caroline pada 17 Desember 2007 lalu, Bondan berkomitmen tidak membawa keluarganya ke ranah publik. Pun ketika Kara Annabelle Prakoso lahir 1 tahun 10 bulan lalu. “Saya tidak ingin istri dan anak saya mengalami hal yang saya alami dulu. Makanya saya ingin dikenal lewat karya saja. Mengenai persoalan rumah tangga, bagaimana saya menjalani rumah tangga, di mana rumah saya, menjadi privasi yang tidak akan saya bagi kepada orang lain,” kata Bondan.
Walau begitu Bondan mau berbagi sedikit tentang pertumbuhan anaknya. “Saat sibuk seperti ini, kadang dalam sebulan saya hanya bertemu mereka 5 kali. Makanya saya punya komitmen, ketika tidak sedang bekerja, waktu saya 100 persen untuk keluarga. Meski saya lelah pulang tur, kalau istri saya mengajak jalan keluar, akan saya lakukan. Kalau mereka tidak minta keluar, saya akan habiskan waktu saya bermain dengan anak saya,” bilang Bondan. Bondan tidak menampik, kelak akan mengenalkan musik kepada anaknya. “Hal itu tidak mungkin terhindarkan apalagi istri saya juga tahu musik,” ujar Bondan.

Wow, Bondan Ingin Punya 20 Anak




Bondan Prakoso, bapak satu anak ini berkeinginan pernikahannya dengan Margareth bisa punya anak sampai 20.

Tapi, karir di jalur musik saat ini sedang sibuk-sibuknya, Bondan mengaku niatnya untuk menambah momongan belum bisa terlaksana.

"Ada keinginan nambah (anak), tapi sekarang belum ada momen," kata Bondan saat ditemui wartawan di Studio Penta, Kebon Jeruk, Jakarta Barat (21/9/2010).  

Kira-kira berapa anak sih yang ingin dimiliki pria kelahiran Jakarta, 8 Mei 1984 ini? "Pengennya sih 20 anaklah, hahaha," celetuknya.

Pantas saja Bondan ingin punya banyak anak, karena ingin membayar waktunya yang selama ini lebih banyak bekerja dibanding bermain dengan sang putrinya tercinta.

"Kalau kita ngomong perasaan sedih banget. Cuma ini karena sudah resiko jadi kita jalanin saja. Jadi ya yang penting tetap komunikasi," tutur Bondan.

Apalagi putrinya Carra yang 22 Oktober nanti genap berumur 2 tahun. Kata Bondan, Carra suka lupa dengan ayahnya sendiri jika sudah ditinggal lama.

"Butuh sekitar 15 menit untuk ngajak dia (Carra) main, setelah itu baru dia ingat lagi. Oh ya ini benar papa saya," tutupnya