Kamis, 25 Oktober 2012

Bondan Prakoso: Jualan Musik Kayak ke Toko Ayam

Kapanlagi.com - Sebagai musisi Bondan Prakoso melihat  industri musik tanah air dengan luar negeri sangat berbeda. Semisal dalam dunia maya. Di mancanegara para musisi masih dapat memperoleh penghasilan dengan menjual karyanya di iTunes.
Sementara di Indonesia, situs download gratis masih dapat ditemui. Padahal situs tersebut justru merugikan musisi. Untuk itu bapak dari Kara Anabelle Prakoso ini berharap pemerintah turun tangan mengatasi hal ini.
"Kalau di luar masih punya iTunes, masih bisa jualan di situ. Ini dark agest of industry di musik. Gue banyak berharap dari pemerintah karena jalan keluarnya hanya dari mereka. Mereka bisa nutup situs porno tapi kenapa nggak bisa nutup  4shared dan lain sebagainya?" ungkapnya di RCTI, Jakarta Barat, Senin (8/10).
Bondan sendiri mengaku memiliki cara sendiri agar tetap berada dalam bidang yang telah membesarkan namanya. Dia sengaja membidik komunitas sebagai tempat mengenalkan karyanya. Bahkan jika di manajemen baik komunitas tersebut akan menjadi sarana potensial bagi musisi.
"Akhirnya kita jualan di komunitas. Jadi sekarang tahun 2012 semua harus punya spirit indie, semangat do it yourself, maintance fans, bikin interaksi sama mereka. Inovasi-inovasi baru mungkin bisa jual dari merchandise, direct selling seperti ke toko ayam," paparnya. (kpl/amr/dis/faj)

Rabu, 15 Agustus 2012

Bondan and Fade2Black, Menyantuni Anak Yatim Tak Hanya Lewat Materi

Kapanlagi.com - Memuliakan dan mencintai anak yatim sudah menjadi kewajiban umat muslim yang mampu. Hal senada juga dilontarkan oleh Bondan and Fade2Black, saat berbuka puasa bersama anak-anak yatim dari Yayasan Al Mubarokah Pasar Jumat, Lebak Bulus Jakarta Selatan (11/8).
Menurut Bondan, memelihara anak yatim itu, sudah menjadi cita-citanya sejak lama. Karena kemampuan finansialnya belum memungkinkan untuk itu. Bondan Cs mengaku untuk saat ini, hanya bisa menyantuninya.
"Memelihara anak yatim itu cita-cita gue sama teman-teman ya. Cuma kita lihat dari kemampuan kita juga. Mungkin saat ini dikasih rezeki segini baru bisa seperti ini. Next kalau dikasih rejeki lebih lebih mungkin satu atau dua anak bisa terpelihara," terang Bondan.
Lebih lanjut Bondan menambahkan bahwa itu semua masalah waktu. Pasalnya mereka harus menyisihkan waktu disela kesibukan yang cukup padat.
"Ya, ini hanya masalah waktu aja ya, mungkin memang tidak hanya harus dengan materi ya. Kalau kita memelihara anak-anak yatim kita harus punya waktu untuk mereka, percuma kalau kita hanya bicara lewat telepon tanpa menemui mereka. Kalau waktunya ada insya allah," sambung Bondan.
Menyantuni anak-anak yatim bukan hanya dari materi tapi juga sharing pengalaman dan ilmu yang doi miliki Bondan and Fade2Black dalam bermusik. Santoz mengatakan, jika memang anak-anak tersebut memiliki bakat dalam bermusik, Ia  siap mengajarkan amalkan  ilmu yang diperolehnya selama ini.
"Kayak tadi kan saya ngajarin Beatbox, itu membuka mata mereka juga bahwa bermusik itu ngak harus pakai alat dari mulut juga bisa menjadi nada dan intonasi " kata Santoz. (kpl/buj/faj)

Singgahi Anak Yatim, Bondan & Fade2Black Transfer Ilmu Bermusik

Kapanlagi.com - Berbagi dengan anak-anak yatim dan orang kurang mampu ternyata jadi kegiatan rutin Bondan & Fade2Black di setiap bulan Ramadan. Bersama sekitar seratus anak-anak yatim Yayasan Al Mubarokah, Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, mereka terlihat asyik berbagi ilmu tentang musik.
"Mungkin berbagi canda dan tawa, terus juga tadi ada tanya-jawab juga, yang bagian dari sharing juga. Tadi juga ada beberapa yang minta ajarin main gitar dan nanya-nanya musik juga. Sharing ilmu dan berbahagia," tutur Bondan.
"Harapannya menjadi generasi yang berkualitas. Karena mereka kan nggak punya orang tua. Kalau bukan kita, siapa lagi? Yang penting kita bisa mengarahkannya ke arah yang benar," ujar Bondan lagi, ditemui kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).
Alasan pria yang memulai karir bernyanyinya sejak masa kanak-kanak ini, memberikan ilmu pengetahuan yang dimilikinya itu untuk mengganti sedikit ilmu yang seharusnya diajarkan oleh ibu atau ayah yang telah tiada.
"Karena nggak punya ibu itu nggak ada yang ngajarin petuah yang bijak dan nggak punya ayah juga nggak ada sosok pemimpin. Nah, di situ ilmu-ilmu sedikit ilang. Di sini Bondan & Fade2Black memberikan sedikit ilmu-ilmu itu untuk mereka ke depannya," kata Bondan.

  (kpl/buj/rea)

Bulan Ramadan, Bulan Produktif Bondan & Fade2Black

Kapanlagi.com - Memasuki bulan Ramadan, Bondan & Fade2Black mengaku mencapai titik balik renungan perjalanan mereka di dunia hiburan. Sering kali di bulan suci ini, Bondan Prakoso dan kawan-kawannya menjadi produktif untuk promo untuk album terbaru.
"Kebetulan di bulan Ramadan itu, menjadi bulan penggarapan album kita. Dari album pertama, kedua, ketiga, dan promonya pun pas di bulan Ramadan," kata Bondan di Yayasan Al Mubarokah, Pasar Jumat, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Jumat (10/8).
"Biasanya masa-masa kita berproduksi dan berpromo itu adalah masa-masa kita berkaca pada diri kita sendiri. Apa yang kita inginkan dan untuk kita racik, untuk sumbangsih musik Indonesia. Hampir di setiap bulan Ramadan menjadi renungan titik balik kita," ujar Bondan.
Sepi permintaan manggung menjadi alasan utama Bondan & Fade2Black untuk berkonsentrasi pada masa produksi mereka. Lezzano mengatakan, di saat tidak padat jadwal seperti ini, ia bisa melepas kangen dan beribadah bersama keluarga.
"Jujur, ini bulan yang amat sepi. Jadi kita lebih banyak promo, jadi mencari uangnya itu sedikit. Apa yang akan kita buat ke depannya, jadi kepikiran ya," ucap Santoz.
  (kpl/buj/rea)

Bondan and Fade2Black dan Rezpector Galang Ide Santuni Anak Yatim

Kapanlagi.com - Mengharapkan ridho Illahi di bulan Ramadan yang penuh dengan ampunan, Bondan dan Fade2Black merasa termotivasi untuk memberikan sedikit rezekinya kepada anak-anak yatim. Menurut Bondan, menyantuni anak-anak yatim menjadi rutinitas tahunan di setiap bulan Ramadan.
Bondan mengaku baru melaksanakan di hari ke 22 bulan Ramadan ini, karena kesibukkan mereka yang tak mungkin ditinggalkan.
"Ridho kali ya, kitakan hanya mengikuti sunnah rasul kali ya. Jadi mengharap ridho Allah ini memang aktivitas kita bulan ramadhan dan baru terlaksana di hari ke 22," terang Bondan saat ditemui di  Yayasan Al Mubarokah Pasar Jumat, Lebak Bulus Jakarta Selatan (10/8).
Lebih lanjut, Bondan mengatakan berbagi dengan seratusan anak-anak yatim Al Mubarokah, adalah kolaborasi Rezpector (fans) dan Bondan and Fade2Black yang ingin mengelar silahturahmi dan berbuka puasa bersama dengan anak-anak yatim.
"Biasanya kan mereka sendiri kita sendiri kayak tahun kemarin. Jadi kita bikin buka puasa bareng sekalian nyantunin anak yatim lah, jadi mereka bertindak sebagai panitia lah," tutur Bondan. (kpl/buj/faj)

Kroncong Protol, Lagu Nasionalis ala Bondan and Fade2Black

Kapanlagi.com - Kerap menulis lagu tentang semangat yang positif, Bondan and Fade2Black ternyata punya pandangan sendiri soal nasionalisme. Bagi mereka, karya adalah senjata.
"Sebenarnya lagu Tak terkalahkan dari album anyar adalah lagu nasionalis, terinspirasi dari para pejuang kemerdekaan dengan semangatnya," kata Bondan Prakoso dalam obrolan bersama KapanLagi.com® beberapa waktu lalu.
"Seperti Kroncong Protol, itu bisa dibilang nasionalis. Namun kita membuat proyek ini tanpa konsep dari awal. Kami lebih mengedepankan kreativitas," ujar Tito dari Fade2Black.
"Yang pasti, Kroncong Protol itu nambah warna bagi musik Indonesia, khususnya di musik-musik yang dibawa major label. Ke depan, mungkin akan bikin yang nasionalis," tutur Tito lagi, seraya menekankan konsistensi karya sesuai kata hati. (kpl/bin/rea)

Jumat, 03 Agustus 2012

Bondan: Respector Itu Kritis dan Haus Edukasi

Kapanlagi.com - 27 Juni 2012 kemarin, Bondan Prakoso dan Fade2Black resmi merilis album keempat mereka, RESPECT AND UNITY FOR ALL. Dengan konsep baru berisi 10 lagu, Bondan dan kawan-kawan ternyata mendapat respon positif dari fansnya, Respector.
"Wow, respon mereka luar biasa. Jadi Respector ini karakternya kritis dan haus akan sesuatu yang sifatnya bernilai edukasi," ujar Bondan ketika diwawancarai secara eksklusif oleh KapanLagi.com® baru-baru ini.
Menurut Bondan, ia dan kawan-kawannya tak butuh waktu lama untuk mempromosikan album RESPECT AND UNITY FOR ALL. Begitu dirilis, para penggemar setia mereka langsung menyerbu album tersebut.
"Begitu kita rilis album ini, mereka juga sebagian besar langsung beli karena mereka tahu kalau kita memang membuat karya berdasarkan Respector. Jadi otomatis mereka memiliki rasa memiliki yang tinggi," tutur Bondan sambil tersenyum (kpl/bin/adb)