Rabu, 15 Agustus 2012

Kroncong Protol, Lagu Nasionalis ala Bondan and Fade2Black

Kapanlagi.com - Kerap menulis lagu tentang semangat yang positif, Bondan and Fade2Black ternyata punya pandangan sendiri soal nasionalisme. Bagi mereka, karya adalah senjata.
"Sebenarnya lagu Tak terkalahkan dari album anyar adalah lagu nasionalis, terinspirasi dari para pejuang kemerdekaan dengan semangatnya," kata Bondan Prakoso dalam obrolan bersama KapanLagi.com® beberapa waktu lalu.
"Seperti Kroncong Protol, itu bisa dibilang nasionalis. Namun kita membuat proyek ini tanpa konsep dari awal. Kami lebih mengedepankan kreativitas," ujar Tito dari Fade2Black.
"Yang pasti, Kroncong Protol itu nambah warna bagi musik Indonesia, khususnya di musik-musik yang dibawa major label. Ke depan, mungkin akan bikin yang nasionalis," tutur Tito lagi, seraya menekankan konsistensi karya sesuai kata hati. (kpl/bin/rea)

Jumat, 03 Agustus 2012

Bondan: Respector Itu Kritis dan Haus Edukasi

Kapanlagi.com - 27 Juni 2012 kemarin, Bondan Prakoso dan Fade2Black resmi merilis album keempat mereka, RESPECT AND UNITY FOR ALL. Dengan konsep baru berisi 10 lagu, Bondan dan kawan-kawan ternyata mendapat respon positif dari fansnya, Respector.
"Wow, respon mereka luar biasa. Jadi Respector ini karakternya kritis dan haus akan sesuatu yang sifatnya bernilai edukasi," ujar Bondan ketika diwawancarai secara eksklusif oleh KapanLagi.com® baru-baru ini.
Menurut Bondan, ia dan kawan-kawannya tak butuh waktu lama untuk mempromosikan album RESPECT AND UNITY FOR ALL. Begitu dirilis, para penggemar setia mereka langsung menyerbu album tersebut.
"Begitu kita rilis album ini, mereka juga sebagian besar langsung beli karena mereka tahu kalau kita memang membuat karya berdasarkan Respector. Jadi otomatis mereka memiliki rasa memiliki yang tinggi," tutur Bondan sambil tersenyum (kpl/bin/adb)

Bondan and Fade2Black, Semangat dan Berdoa Lewat Lagu

Kapanlagi.com - Membuktikan karya melalui dua album yang diterima baik oleh masyarakat, Bondan and Fade2Black jarang sekali bicara pesimis. Kadang mereka menulis lagu soal kehilangan, tetapi tetap tidak cengeng.
Disinggung soal semangat positif yang diusung, Bondan and Fade2Black mengakui memang itu tujuan mereka.
"Kita berkarya nggak mau fake dan sekedar mengikuti tren. Kita menciptakan apa yang kita rasakan. Jadi otomatis, karya-karya kita tidak seperti karya teman musisi Indonesia lain," tutur Bondan dalam obrolan dengan KapanLagi.com®.
Meyakini lagu adalah doa, membuat Bondan and Fade2Black selalu berusaha menyajikan suguhan positif bagi penggemar. Termasuk di dalamnya untuk mengedukasi, menginspirasi dan memberi semangat kepada orang lain.
"Media ini kan untuk menyampaikan pesan, sayang kalau yang disampaikan yang itu-itu lagi. Cinta-cintaan, perselingkuhan, cinta terlarang yang nggak baik buat anak-anak," kata Bondan.
Semoga Bondan and Fade2Black terus konsisten dengan karya mereka! (kpl/bin/rea)

Makna Dua Strip Merah di Album Baru Bondan Prakoso

Kapanlagi.com - Di album baru Bondan Prakoso and Fade2Black akan terlihat tanda dua strip merah. Mengenai tanda tersebut Bondan menjelaskan jika itu memiliki arti yang sangat dalam dan berkaitan dengan apa yang disuarakan olehnya.
"Strip 2 bendera bisa diartikan Bondan dan Fade2Black, bisa diartikan sama dengan, kita sama rata dengan fans kita. Itu juga seperti lambang dua ini kita suka menunjukkan dua jari, itu makna lambang ini, respect. Menggambarkan saling membutuhkan," paparnya.
Bondan dan Fade2Black memang sering mengusung tema-tema yang berkaitan respect dan unity. Seperti halnya di album terbaru, Bondan menggabungkan semua nama ketiga judul album yang telah dirilis.


"Pilihan judul album ini terlahir dari spirit bahwa jika semua individu saling menghargai, maka akan menimbulkan persatuan, dan pada akhirnya akan menguntungkan untuk kita semua," ujarnya. (kpl/bin/faj)

Bondan Akui Komposisi Musiknya Banyak Berubah

Kapanlagi.com - Di sepanjang karirnya, Bondan dan Fade2Black telah merilis 4 album. Tentu bukan jumlah yang sedikit dan memerlukan proses yang panjang. Perubahan-perubahan pun juga dirasakan oleh Bondan.
"Perubahan jelas banyak sekali. Dilihat dari komposisi musik juga berubah," tutur Bondan ketika diwawancarai secara eksklusif oleh KapanLagi.com® baru baru ini.
Proses panjang menuju kematangan pun juga dirasakan oleh Bondan. Album pertama diakui Bondan sebagai pembelajaran bagi dirinya sebagai seorang produser. "Di album pertama saya masih belajar bagaimana caranya menjadi seorang produser," kenangya.
Sejak penggarapan album kedua, Bondan pun makin mengerti akan potensi dirinya. "Tapi untuk album kedua dan seterusnya saya semakin tahu apa yang bisa saya lakukan, sehingga komposisi yang dihasilkan juga terdengar lebih baik," ucapnya.
"Comparison antara idealisme dan industri juga saya sudah mulai bisa membagi dengan rata," pungkasnya. (kpl/bin/adb)

Kroncong Protol, Lagu Nasionalis ala Bondan and Fade2Black

Kapanlagi.com - Kerap menulis lagu tentang semangat yang positif, Bondan and Fade2Black ternyata punya pandangan sendiri soal nasionalisme. Bagi mereka, karya adalah senjata.
"Sebenarnya lagu Tak terkalahkan dari album anyar adalah lagu nasionalis, terinspirasi dari para pejuang kemerdekaan dengan semangatnya," kata Bondan Prakoso dalam obrolan bersama KapanLagi.com® beberapa waktu lalu.
"Seperti Kroncong Protol, itu bisa dibilang nasionalis. Namun kita membuat proyek ini tanpa konsep dari awal. Kami lebih mengedepankan kreativitas," ujar Tito dari Fade2Black.
"Yang pasti, Kroncong Protol itu nambah warna bagi musik Indonesia, khususnya di musik-musik yang dibawa major label. Ke depan, mungkin akan bikin yang nasionalis," tutur Tito lagi, seraya menekankan konsistensi karya sesuai kata hati. (kpl/bin/rea)

Launching Album R.U.F.A