Rabu, 07 Desember 2011

Bondan Feat Fade2Black Jaga 'Warisan' Gesang


Nama Gesang akan teringat sepanjang masa. Almarhum pencipta lagu Bengawan Solo itu dianggap begitu berjasa terhadap perkembangan musik Indonesia di mata dunia, khususnya musik keroncong. Sayangnya, tak banyak generasi muda yang ikut melestarikan 'warisan' Gesang. Namun, di antara mereka yang peduli adalah Bondan Prakoso dan Fade2Black.
Contohnya saja di lagu mereka berjudul Keroncong Protol. Mereka membubuhkan unsur keroncong di samping hip hop dan rap yang disukai anak muda masa kini. Dan kini, Bondan dan Fade2Black kembali berkarya menghidupkan masa kejayaan Gesang lewat album terbaru mereka bertajuk FOR ALL.
"Kita terpikir untuk melestarikan musik keroncong. Dulu pernah ke tempat almarhum Gesang, beliau pernah bilang, 'Apapun karya kalian generasi muda, baik keroncong atau yang lain, nggak apa-apa bentuknya seperti apa, asal keroncong nggak mati'," ungkap Bondan.
Selain berisi berbagai macam genre yang terangkum lewat 11 lagu, Bondan dan Fade2Black yang ditemui di Bentara Budaya, Jakarta, Rabu (16/6), memilih momen ini untuk mempersembahkan penghormatan kepada almarhum Gesang. Berkolaborasi dengan kelompok Keroncong Tugu membawakan Keroncong Protol dan Bengawan Solo.
"Ya, sangkut paut dengan Gesang itu beliau adalah panutan. Kalau secara pribadi, beliau sosok pahlawan yang rendah hati sampai saat ini karena bisa membawa musik Indonesia ke mancanegara," tutur mantan penyanyi cilik ini.

 



Senin, 17 Oktober 2011

 Bondan itu Bondan Prakoso












Bondan Prakoso N' Fade 2 Black.
























Mr.B si ganteng kalem sedang bergaya. :)














Batavia Rezpector  













Sabtu, 03 September 2011

Musisi Bondan Prakoso mengungkapkan, belum ada perkembangan lebih lanjut soal laporan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Jerry Filmon pemilik Akasaka Karaoke Bar & Music Club terhadap dirinya.
"Perkembangannya kami juga baru pulang tur, nggak ada yang baru," ungkap Bondan Prakoso yang didampingi Fade2Black di acara Seputar Indonesia Award, di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/05/2011)
"Dari awalnya juga kami tekankan 7X24 jam nggak dicabut kita laporkan balik. Tapi mereka malah mau siapkan saksi dan bukti," tegasnya menambahkan.
Bondan mengaku santai dan tidak melakukan persiapan khusus. Laporan itu dianggap terlalu berlebihan dan semua sudah diserahkan pada pengacara.
"Nggak ada persiapan apa-apa. Ini kan no case (bukan kasus), ini agak lebay dah. Ya kami sih karena sudah tempuh jalur hukum, saya juga nggak ngerti jalur hukum, jadi kami serahkan ke pengacara," ungkapnya.
Sebagai musisi, Bondan tetap bisa beraktivitas seperti biasa, dan tidak terganggu dengan persoalan itu. Proses pengarapan album barunya pun tetap jalan sesuai dengan rencananya.
"Kami tetap bikin album. Album sudah 50 persen. Nanti ada macam-macam musik, seperti kemaren ada keroncong, nanti ada ska juga. Musik yang populer di dunia, kami akan coba di album baru," ungkap Bondan berpromosi.
Penyanyi Bondan Prakoso mengaku tidak memiliki akun facebook atau twitter, bahkan mengaku sebagai pengguna BlackBerry pasif. Selama ini terlalu sibuk dengan pekerjaan dan keluarga, sehingga tidak begitu familiar dengan jejaring fasilitas sosial. Kalau pun ada, hasil kreasi penggemarnya.
"Kami nggak punya karena terus terang kami suka direct comunication. Saya orangnya nggak sadar handphone. Kayaknya sibuk banget, saya punya anak dan keluarga, kalau disibukkan kayak gitu. Yang pasti nggak mau bikin kecewa. Kalau account bersama itu dari fans ajah," ungkap Bondan Prakoso didampingi personel Fade2Black di acara Seputar Indonesia Award, di Studio 4 RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (17/05/2011).
Hal ini sekaligus membantah dan menanggapi laporan Eeng Yuan Santoso (40), seorang fotografer Bali yang melaporkannya, karena tersinggung status akun facebooknya yang menghina. Eeng tersinggung dan terhina karena dianggap telah dibayar oleh Akasaka Karaoke Bar & Music Club, pihak yang juga melaporkan Bondan dalam yang kasus lain.
Menurut pelapor, akun twitter tersebut tertulis, "Seharusnya Fotografer tau etika juga, kalo orang nolak yang seharusnya berhenti, a*****g, Bukannya ngebuat secure tapi malah ikut membujuk foto bareng dan Bondan F28 lo dibayar sama tuh orang? F**k Y**".
Bondan sendiri menganggap kasusnya itu terlalu lebay dan tidak perlu ditanggapi. Justru dirinya siap melaporkan balik pihak Akasaka Karaoke Bar & Music Club, jika laporan itu tidak segera dicabut, dalam waktu satu minggu.